Industri Baja Ditekan Terapkan Prinsip Keberlanjutan: NZE 2050

Industri baja ditekan agar aktif dalam meminimalkan dampak emisi karbonnya terhadap lingkungan.

SEPUTAR INDUSTRI BESI

Pasar Logam

11/1/20232 min read

Pengukuhan-IISA-kemenperin.png
Pengukuhan-IISA-kemenperin.png

Jakarta, 23 Oktober 2023 - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah mengajukan permintaan kepada industri baja untuk menjadi pionir dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Industri ini didorong untuk berperan aktif dalam meminimalkan dampak negatifnya terhadap lingkungan.

Agus menyatakan bahwa The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), yang mewakili industri besi dan baja, diharapkan dapat mendukung berbagai upaya untuk memenuhi permintaan domestik akan baja. Selain itu, mereka juga diminta untuk meningkatkan mutu produk baja dan untuk mengambil inisiatif dalam pengembangan energi terbarukan.

Terkait dengan rencana aksi dekarbonisasi di sektor industri, Agus sebelumnya telah menetapkan target pencapaian Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2050, sepuluh tahun lebih awal dari target nasional pada tahun 2060.

Agus menyatakan bahwa industri baja adalah salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dalam rencana aksi ini. Isu seputar energi terbarukan yang ramah lingkungan menjadi tantangan penting bagi industri baja.

"Kami menyadari bahwa IISIA memiliki visi yang sangat progresif, yaitu pengembangan industri baja yang memiliki daya saing tinggi dan ramah lingkungan. Kami berharap pengurus IISIA dapat menjalankan program kerja yang telah dibuat dengan baik dan menjalin kerja sama dengan Kementerian Perindustrian dalam mendorong industri baja nasional menuju visi tersebut," ujar Menteri Perindustrian saat Pengukuhan Pengurus IISIA untuk periode 2023-2025 di Jakarta pada Senin, 23 Oktober 2023.

Menteri tersebut bertekad untuk terus berupaya menciptakan iklim usaha yang mendukung melalui pelaksanaan berbagai program dan kebijakan strategis. Tujuannya adalah untuk melindungi dan mengembangkan industri baja nasional sambil meningkatkan daya saingnya.

Agus berharap bahwa berbagai kebijakan ini akan menarik investasi baru dan ekspansi di sektor industri baja serta memperkuat kerjasama antara industri baja dari hulu hingga hilir.

Dalam situasi ekonomi global yang melambat, industri logam dasar telah tumbuh sebesar 11,49% (y-on-y) didorong oleh peningkatan permintaan ekspor produk baja dan ferronickel. Neraca perdagangan produk baja juga menunjukkan perkembangan yang positif selama tahun 2023. Selama kuartal pertama tahun 2023, tercatat surplus sebesar 3,15 miliar dolar AS, meningkat 14,6% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 dengan surplus senilai 2,75 miliar dolar AS.

Cek juga artikel lainnya

source: Kemenperin

source: Kemenperin